Rabu, 05 Agustus 2020

BABAD EKALOKA

Ekaloka artinya satu alam.
Sanghyang Adam dewa pertama hingga menurunkan tujuh dewa sampai dewa Tunggal alamnya disebut ekaloka. 
Ekaloka kahyangan dewa Adam dan dewi Hawa bernama Bumiloka.
Dewa Adam membagi diri menjadi dua bagian.
Bagian pertama tetap bernama Hyang Adam.
Bagian kedua bernama dewi Hawa.
Karena dewa Adam dan dewi Hawa sebenarnya satu, maka alamnya disebut ekaloka.
Andai diibaratkan dewa Adam adalah kekuatan mengatur yang sangat dasyat hampir hampir tak terukur.
Mungkin dewi Hawa adalah apa yang diatur oleh kekuatan dasyat yang tak terukur itu.
Apa yang diatur terlahir karena adanya pengatur.
Jika pengatur ada maka yang diatur juga ada.
Jika yang diatur tiada maka pengaturpun tiada.
Pemahaman ini mungkin menjadi pemahaman tersulit sebelum kesadaran benar benar menghilang.
Sehingga alam ini menjadi batas dari apa apa yang ada ke alam ketiadaan.
Atau hari penghabisan.
Hari tertinggi bagi perjalanan rohani sebelum hilang ditelan ketidak terbatasan.
Yaitu hari penghabisan.

Minggu, 02 Agustus 2020

BABAD TRILOKA

Triloka adalah alam bagi dewa Trimurti.
Alam Teja, alam Is dan alam Manik.
Sebelum triloka alam disebut ekaloka atau alam tunggal atau ondar andir bawana.
Ekaloka adalah satu alam.
Belum mengenal apapun selain satu.
Satu wujud besar alam yang hanya dimengerti oleh satu titik fokus yaitu sanghyang Tunggal.
Bagi manusia yang terlanjur melihat kemajemukan, untuk melihat ekaloka harus menutup seluruh panca indra. 
Sehingga akan terasa bahwa yang ada hanyalah angin keluar masuk tubuh.
Itulah yang disebut ondar andir bawana.
Tiada lain yang dilakukan tubuh selain hanya membiarkan angin keluar masuk.
Demikian gambaran cara sederhana bagi tubuh untuk mengenal ekaloka.
Alam yang satu itu titik pusatnya ada pada titik keluar masuk.
Titik keluar masuk sama dengan titik singgung yang datang dan pergi.
Masuknya yang datang meninggalkan oleh oleh bagi titik temunya.
Oleh oleh berupa apa saja yang tertinggal dititik.
Sedangkan kepergianya membawa gantinya oleh oleh.
Oleh oleh gambaran dari dewa Tunggal dan gantinya oleh oleh sebagai gambaran dewi Ikawati istri dewa Tunggal.
Dewa Tunggal dan dewi Ikawati adalah satu. Tanpa ada dewa Tunggal dan istrinya maka tak akan ada yang namanya pergerakkan.

Sabtu, 01 Agustus 2020

BABAD UNTARA SEGARA

Sang Hyang Ismaya sebagai dewa kedua Trimurti dalam melaksanakan tugasnya pernah menitis menjadi putra dari Sang Hyang Manikmaya ( dewa ketiga Trimurti ) dan dewi Umayi ( Parwati ) yang bernama batara Wisnu.
Inilah kelebihan dewa, ia bisa menitis ke siapa saja dan apa saja sekaligus ia juga memegang pemerintahan di kahyangannya ( bidangnya ).
Sambil menitis jadi batara Wisnu putra dewa Manikmaya, ia juga memimpin kahyangan Jamur Dwipa.
Wisnu kecil sudah menampakkan kesaktiannya.
Sebagai titisan Ismaya dan putra Manikmaya, ia memiliki kesaktian dari keduanya.
Keempat kakaknya sudah bertugas dikahyangan masing masing.
Dewa Manikmaya sebagai orang tua sudah memiliki pandangan dibidang mana kelak putra kelimanya ini berkahyangan.
Yang merasa berat adalah ia titisan dari saudara tuanya.
Iapun tak berani sembarangan memberi kahyangan pada Wisnu.
Sebenarnya putra sulung dewa Manikmaya adalah batara Cakra dan Wisnu adalah putra ke enam secara urutan.

Kamis, 30 Juli 2020

ASAL USUL PRABU WATUGUNUNG

Prabu Watugunung erat kaitannya dengan penanggalan dan horoscope Jawa Kuno.
Terlepas dari manusia purbakala penghuni tanah Jawa, bisa jadi kebudayaan Jawa jaman dulu terbawa orang hingga manca negara.
Segala sesuatu mungkin saja terjadi, dewa dewa dan jin kuno tanah Jawa banyak dipuja puja di lain benua.
Lain kata lain bahasa, sosok yang sama bisa lain sebutan dan nama di lain bahasa.
Syahdan putra dewa Ismaya batara Temboro / Patuk, membantu ayahandanya dengan menjelma menjadi manusia bumi.
Jauh sebelum menjadi kerajaan Galuh Pakuan, tempat itu adalah sebuah desa di kaki Gunung Batu.
Di sana dewa Temboro / Temburu jadi manusia bernama Palindriya.
Palindriya kemudian menjadikan desa tersebut sebuah kerajaan bernama Kalingga Dana.
Palindriya menikah dengan seorang putri dari ujung kulon bernama putri Lestari.
Dari pernikahan itu lahir seorang putra yang diberi nama raden Ganajaya.
Ganajaya tak mau menggantikan ayahnya menjadi raja, ia memilih jadi resi / pertapa dengan gelar Resi Gana.
Resi Gana memperistri dua orang kakak beradik bernama dewi Sinta dan dewi Landhep.
Dari perkawinan dengan dewi Sinta berputra raden Sela Wisesa, dengan dewi Landhep berputra raden Radita.

Jumat, 24 Juli 2020

ASAL USUL KEJADIAN JIN

Perjalanan batin manusia berisi banyak cerita tak terhitung jumlahnya.
Angin dingin yang meresap ke sendi sendi rasa turut menyimak tabir rahasia.
Merasuk ke paru paru.
Menyebar ke seluruh tubuh.
Menyusun cerita disimpul simpul syaraf otak.
Membawa kisah kisah masa lalu sebelum bumi dihuni manusia.
Dalam kisah Asal Usul Kejadian Dewa telah kita bahas asal usul bangsa jin, bangsa manusia dan semua asal usul unsur metafisik yang kita kenal sehari hari.
Mengetahui asal dan karakter jin dapat meminimalisir resiko terpedaya oleh mereka.
Dengan cara roh kita punya pelindung kuat dari Roh Kudus, Roh Suci para petugas Tuhan dan Rohani Sang Juru Selamat.
Selamat buat rohani rohani yang masih dalam kandungan pelindung atau belum cukup dewasa.
Perlindungan akan selalu menyertaimu.
Untuk roh roh yang masih baru dewasa, mari kita berhati hati dalam mengarungi perjalanan batin.
Dari garis keturunan jin, menurunkan bangsa bangsa raksasa, gandarwa, iblis, setan, siluman, hantu dan semacamnya.
Jin tidaklah buruk rupa.
Ia bisa berubah ubah wujud sesuai selera.
Jin Adam dan jin Hawa menurunkan tujuh pasang putra dan putri jin.

Jumat, 17 Juli 2020

MISTERI BILUNG SARAWITA

Di pewayangan, Togog selalu ditemani Bilung sebagai asistennya.
Siapakah Bilung itu sebenarnya ?
Bilung adalah penjelmaan batara Sarawita dalam wujud manusia.
Sarawita sendiri adalah putra dewa Tejamaya dengan dewi Saraswati.
Tejamaya dikenal dengan sebutan dewa Brahma, salah seorang dari dewa Trimurti.
Sebagai dewa Tejamaya, Togog bersosok pria tampan dan gagah dengan wajah mirip dengan dua adiknya.
Special versi gankkoplak, istri Tejamaya adalah saudara kembar Tejamaya sendiri yang sama sama terlahir dari dewi Ikawati istri dewa Tunggal ( dari sudut pandang metafisik ).
Tejamaya, Ismaya dan Manikmaya terlahir bersama para istrinya ( pasangan rohani ).
Karena dewa punya keistimewaan yang berbeda dengan manusia.
Kelemahan manusia salah satunya adalah tidak bisa membedakan dewa dengan jin.
Hati hati terhadap jin jin yang mengaku dewa, kesaktiannya tak kalah dengan dewa.
Dewa ( Malaikat ) dan pasangannya seia sekata sepanjang masa.
Tak mengenal selingkuh, poligami atau poliandri.
Yang mengenal selingkuh, poligami dan poliandri adalah manusia, jin / iblis dan hewan.
Tejamaya juga begitu.
Pasangannya cuma dewi Ikawati seorang.

Selasa, 14 Juli 2020

ASAL USUL NYAI RORO KIDUL

Dari sudut pandang metafisika pewayangan, garis garis keturunan Dewa dan Jin terpapar dengan jelas.
Tugas dewa air juga terpapar dengan jelas.
Menurut pembaca siapakah Hyang Baruna ?
Dewa air atau dewa lautan ?
Mari kita lihat sama sama. 
Silsilah dewa kita potong dari dewa Trimurti.
Dewa Brahma atau dalam pewayangan dikenal dengan Tejamaya, dewa Wisnu atau Ismaya, dewa Syiwa atau Manikmaya.
Harap jangan disamakan Tejamaya dengan Togog atau Wisnu dengan Semar.
Togog dan Semar walaupun penjelmaan dewa tapi itu berwujud manusia.
Sesuai hukum alam, jasmani Semar dan Togog adalah jasmani manusia.
Jasmani Togog dan Semar sama seperti jasmani manusia pada umumnya.
Butuh makan, minum, tidur, tumbuh, berkembang biak, sekresi, eksekresi, terbatas ruang dan waktu.
Sedangkan Tejamaya dan Ismaya adalah dewa senior yang menurunkan banyak  dewa dewa lagi.
Tejamaya dan Ismaya sama seperti dewa lain, hampir hampir tak terbatas ruang dan waktu.
Ketika menjelma jadi manusia Tejamaya dan Ismaya, tetap sebagai dewa.
Kahyangan Sabranglor dan Kahyangan Jamurdwipa tetap tak bergeming.
Sesuai hukum alam dan metafisika manusia penjelmaan Tejamaya didalam hatinya bersemayam kahyangan Sabranglor dan semua dewa keturunannya.
Demikian juga manusia jelmaan Ismaya, dihatinya bersemayam kahyangan Jamurdwipa dan semua dewa anak turunnya.

Rabu, 08 Juli 2020

ASAL USUL KEJADIAN ALAM SEMESTA

Berawal dari persamaan sederhana a/~ = 0
Semua menjadi tiada atau kosong mutlak, yang ada cuma ~ saja.
Tiada apapun selain ~
Jika ada setitik debu saja maka ~ menghilang.
Bersamaan dengan adanya setitik debu, muncul pula ruang luas tanpa batas.
Titik debu tak bisa berdiri sendiri, ada konsekuensi mutlak bersamaan dengan kemunculannya.
Darimana datangnya setitik debu itu ?
Ya jelas dari ~
~ yang menjelma jadi setitik debu, makanya ~ hilang.
Hilangnya ~ memunculkan ruang luas tak berbatas sebagai konsekuensi dari munculnya setitik debu.
Bertriliun triliun tahun setitik debu ini mengelilingi ruang luas tak berbatas.
Benarkah selain titik debu hanya ada ruang luas tak berbatas ?
Tentu saja tidak.
Titik debu bergerak tentu ada yang menggerakkan, siapa / apa ?
Harus ada energi.
Energi muncul karena ada perbedaan.
Perbedaan suhu, tekanan dan lain lain.

Selasa, 07 Juli 2020

ASAL USUL KEJADIAN DEWA

Saat Adam diciptakan, fisik berasal dari tanah, metafisik berasal dari sesuatu yang ditiupkan ke dada Adam.
Sesuatu itu sebelum ditiupkan ke Adam dulunya menjadi satu bersama Tuhan.
Setelah Tuhan memisahkan sesuatu itu dariNya tinggal di jiwa Adam, kelak sesuatu itu yang akan kembali kepadaNya.
Sesuatu yang ditiupkan itu terbagi menjadi beberapa bagian.
Sebagian metafisik berkilauan menjadi makhluk halus berkemampuan tinggi bernama Dewa / Batara / Malaikat.
Dewa pertama bernama Hyang Adam.
Hyang Adam menurunkan segala dewa yang ada.
Sebagian metafisik penuntun menjadi Roh Rahasia bernama petugas Tuhan.
Petugas Tuhan pertama bernama Nabi Adam.
Nabi Adamlah yang menurunkan semua Nabi.
Sebagian metafisik membara menjadi roh panas bernama jin, setan dan iblis.
Jin pertama bernama jin Adam.
Jin ini yang menjadi induk segala jin dan iblis seperti Ajazil, Ifrit, Mahesasura, Sarpasura, Tarkasura, Gajahsura, Turanggasura dan lain lain.
Bagian bagian lain metafisik menjadi Bapa, Putra, roh Kudus, nafsu dan lain lain.
Fisiknya bernama badan manusia.
Badan manusia pertama bernama badan Adam.
Adam ini yang menurunkan semua manusia di bumi.

Sabtu, 20 Juni 2020

UMUR DEWA

Berapa usia rata rata dewa ?
Usia dewa pewayangan sama dengan usia Adam.
Kalau Adam adalah manusia, maka sanghyang Adam adalah dewa yang tercipta bersama Adam.
Sanghyang Adam adalah cikal bakal dari seluruh dewa yang ada di pewayangan.
Adam dicipta dari tanah, sanghyang Adam diciptakan dari apa ?
Sanghyang Adam diciptakan dari "sesuatu" yang ditiupkan ke jiwa Adam oleh Sang Pencipta.
Bagian dari "sesuatu" itu tercipta menjadi dewa sanghyang Adam.
Jadi umur dewa tertua sama dengan umur manusia pertama.
Jasad manusia pertama sudah terkubur di bumi.
Dewa sanghyang Adam masih hidup hingga sekarang.
Silsilah dewa sejak sanghyang Adam hingga dewa trimurti sudah kita bahas di memayu hayuning bawana.
Disitu dikatakan bahwa sanghyang Adam hingga sanghyang Wenang manunggal ke sanghyang Tunggal secara berurutan.
Yang perlu digaris bawahi adalah manunggal secara berurutan.
Artinya hyang Adam manunggal ke putranya, putranya manunggal ke cucu, cucu manunggal ke cicit, terus hingga ke hyang Tunggal.
Sampai kinipun ayah hyang Tunggal hingga ke hyang Adam hidup pada jiwa hyang Tunggal.
Ada awal tentu ada akhir.
Tanpa awal tentu tanpa akhir.
Artinya meskipun dewa berusia panjang milyaran tahun tapi ada masa mereka berakhir.
Kapan dewa berakhir ?
Dewa Trimurti ( Tejamaya, Ismaya, Manikmaya ) bersama keturunannya bertugas di alam semesta.
Tugas mereka berakhir bersama berakhirnya alam semesta.
Tugas adalah jsamani mereka, rohnya adalah bagian dari "sesuatu" di Adam.
Matinya dewa ketika tugas mereka berakhir.
Tugas habis, maka roh mereka kembali ke "sesuatu" itu.
Kesimpulannya umur dewa juga bervariasi, ada yang pendek, ada yang panjang.
Tapi sependek pendek umur dewa, mereka rata rata seumur dengan alam semesta.
Dewa Antaboga ( penjaga bumi ) misalnya, berumur sama dengan bumi.
Dewa Candra sama dengan umur bulan, dewa Surya sama dengan umur matahari...





Selasa, 16 Juni 2020

BRAHALA SEWU

Brahala sewu = berhala seribu.
Dari arti kata berhala seribu -> seribu macam berhala yang siap memangsa manusia.
Manusia bagaimana yang menjadi mangsa seribu berhala.
Ada baiknya kita kenali dulu 1000 macam berhalanya.
Berhala yang terbuat dari kertas :
Uang, cek, sertifikat, surat, dan dokumen lainnya.
Berhala yang terbuat dari logam :
Perhiasan, emas, platinum, uranium, mobil, senpi, pesawat, kapal laut, sepeda, sepeda motor, patung, bom dan sejenisnya.
Berhala yang terbuat dari batu :
Intan, berlian, giok, keramik, patung, rumah mewah dan semacamnya.
Berhala yang terbuat dari kayu :
Perabot, patung, rumah dll.
Berhala yang terbuat dari kombinasi berhala lain :
Hp berlapis emas, mobil lapis emas / baja dan sebagainya.
Apa beda berhala dengan kebutuhan ?
Berhala itu sebenarnya benda buatan manusia yang nilai gunanya  ada dalam pikiran manusia.
Misalnya uang, uang itu terbuat dari kertas.
Nilai guna uang yaitu sebagai alat penukar.
Uang tidak bisa langsung dimakan, karena harus ditukar dulu dengan makanan.
Kebutuhan : seperti makanan, minuman, udara, ekskresi, sekresi, tidur dll.
Lebih jelas lagi, kebutuhan berlaku / berjalan dalam keadaan sadar dan tak sadar, bila tak dilakukan orang akan mati.
Berhala berlaku hanya dalam keadaan sadar, dilakukan atau tidak orang tetap hidup.
Dalam keadaan tak sadar, berhala tak berlaku lagi.
Benarkah brahala sewu itu wujud Krisna dalam triwikrama ?
Triwikrama adalah ajian untuk menyatukan tiga bagian menjadi satu bagian guna menyelesaikan masalah yang tak bisa diatasi oleh masing masing bagian.
Brahala sewu adalah wujud dari kemarahan titisan Wisnu.
Hewan dan tumbuhan yang tak butuh berhala, tak membuat Wisnu marah, sehingga mereka tak menemukan, uang permata dan gadget.
Manusia hampir tiap hari bertemu berhala karena amarah dewa Wisnu.
Menyembah berhala akan semakin membuat dewa Wisnu marah dan berhala akan semakin membesar dan merusak...








Sabtu, 13 Juni 2020

PASANGAN SEJATI

Di kisah lahirnya Togog, Semar dan Guru telah dibahas tentang Triloka.
Namun masih kurang lengkap jika tak membahas istri istrinya.
Dalam memayu hayuning bawana telah dibahas silsilah dewa.
Semua dewa mulai hyang Adam sampai ke Tunggal beristri satu yang dilahirkan dari dewa pasangannya.
Mulai kelahiran putra dewa Tunggal, istri istrinya dilahirkan bersama suami suaminya secara kembar.
Kelahirannya cukup unik.
Dari penyatuan Tunggal dan Ikawati lahirlah wujud telur berkilauan.
Cangkang dan selaput menjadi Tejamaya dan Saraswati.
Putih dan albumin menjadi Ismaya dan Kanistren / Srilaksmi.
Kuning dan benih menjadi Manikmaya dan Uma.
Pasangan sejati sudah ditentukan sebelum kelahirannya.
Pasangan sejati adalah monogami,satu suami satu istri dan sebaliknya.
Pasangan sejati tidak memungkinkan selingkuh atau poligami atau poliandri.
Janganlah silsilah kedewaan yang suci dicampur adukan pengertiannya dengan pola pikir keduniawian manusia.
Akibatnya justru akan menyesatkan para manusia itu sendiri dalam menjalani perjalanan rohani ke tempat yang lebih tinggi.
Dewa itu punya kelebihan bisa berubah wujud dan nama.
Misalnya Manikmaya.
Di kahyangan Jonggring Saloka, ia bertangan empat.
Namanya Betara Guru.
Istrinya juga bertangan empat namanya dewi Uma.
Tapi di dunia raksasa ia berwujud raksasa bernama Kala Rudra dan istrinya juga raksasa bernama Durga.
Di dunia manusia ia satria tampan bernama Girinata bertangan dua, istrinya juga seperti manusia bernama Parwati.
Dewa dewa yang lain juga begitu.
Jangan dibilang dewa memiliki banyak istri atau suami apalagi perselingkuhan.
Yang mengenal dunia perselingkuhan dan poligami / poliandri itu dunia manusia dan raksasa.
Saat arjuna memperistri para bidadari, bidadari itu menjelma jadi manusia.
Bukan arjuna yang diruwat jadi dewa.
Dimensi dewa beda dengan dimensi manusia.
Aturan atau hukum fisika juga berlaku di alam dewa.
Demi kelancaran perjalanan rohani, jangan mengikuti cerita metafisika yang tak berdasar hukum fisika.
Selamat menempuh perjalanan rohani, semoga sukses dan sampai pada finish yang tepat...





Jumat, 12 Juni 2020

MEMAYU HAYUNING BAWANA

Memayu = mempercantik.
Hayuning = kecantikan.
Bawana = buana / bumi.
Dewa penjaga bumi = Hyang Antaboga.
Hewan penjaga bumi = Naga bumi.
Cerita wayang mengatakan bahwa wayang pertama adalah hyang Adam.
Wayang kedua batari Hawa.
Wayang ketiga putra hyang Adam ( hyang Sis / Esis ).
Wayang keempat istri hyang Sis ( dewi Mulat ).
Wayang kelima putra hyang Sis ( Nurcahya ).
Wayang keenam istri hyang Nurcahya ( dewi Punang ).
Wayang ketujuh hyang Nurasa.
Wayang kedelapan istri hyang Nurasa ( dewi Saji ).
Wayang kesembilan putra hyang Nurasa ( hyang Wenang ).
Wayang kesepuluh istri hyang Wenang ( dewi Wening ).
Wayang kesebelas putra hyang Wenang ( hyang Tunggal ).
Wayang keduabelas istri hyang Tunggal ( dewi Ikawati ).
Inilah silsilah wayang garis dewa istimewa.
Kenapa istimewa ?
Harap diketahui bahwa mulai hyang Adam, setelah putranya lahir, mereka manunggal dengan anaknya.
Artinya mereka hidup dialam kedewatan yang ada digua garba putranya.
Jadi tidak ada putra kedua atau putri kedua.
Begitu juga dengan garis turun istri.
Istri manjing ke gua garba istri para putra.
Istri bukan lahir dari silsilah lain tapi dari keistimewaan hyang Adam melahirkan dewi Hawa.
Keistimewaan ini juga dimiliki putranya dalam melahirkan istrinya.
Begitu yang terjadi sampai pada hyang Tunggal.
Hyang Wenang yang menyatu dalam tubuh hyang Tunggal.
Maka istri yang Wenang juga manjing ke tubuh istri hyang Tunggal.
Dewi Ikawati juga dilahirkan oleh hyang Tunggal.
Sama persis seperti dewi Hawa dilahirkan oleh hyang Adam.
Mohon maaf, harap jangan disamakan dan jangan dicampur adukkan antara garis wayang silsilah dewa dengan silsilah manusia atau jin.
Yang dimaksud hyang Adam dan dewi Hawa adalah asal usul dewa yang terlahir dari 
sangkan paraning dumadi, bukan manusia atau jin.
Dewa berbeda dengan jin dan tak mungkin dewa kawin dengan jin atau jin kawin dengan dewa.
Yang ada adalah dewa turun dikutuk jadi jin, jika ada jin naik kasta jadi dewa maka harus ada petugas yang meruwat jin tersebut menjadi dewa.
Jika tidak maka yang terjadi dewa kena kutuk jadi jin baru bisa mereka kawin di alam jin.
Atau jin diruwat jadi dewa baru bisa mereka kawin di alam dewa.
Dewa dilevel hyang Tunggal ke atas hanya ada satu.
Didalam hyang Tunggal ada hyang Wenang hingga hyang Adam.

Rabu, 10 Juni 2020

AJI TRIWIKRAMA

MANTRA :
Niat ingsun matak aji triwikrama.
Sedulur telu manunggal nyawiji.
Bali menyang asale.
Asal saka ana dadi ana.
Asal ora ana dadi ora ana.
Tan ana liyane kajaba mung siji.
Siji wujud.
Sukma raga tanpa beda.
Nyawiji dadi sanghyang tunggal.

LAKU :
Tri = tiga, wikrama = langkah / nikah.
Triwikrama = tiga langkah / perkawinan tiga dalam satu.
Sanghyang Tunggal membagi diri menjadi tiga : Tejamaya, Ismaya, Manikmaya.
Tejamaya menitis jadi manusia dibumi bernama Togog / Antaga.
Ismaya menitis jadi manusia menjadi Semar.
Manikmaya menjadi pemimpin para dewa di Suralaya.
Setelah menjalankan dharma masing masing.
Punya istri dan keturunan.
Ketiganya masih bisa manunggal kembali dengan aji triwikrama.
Dalam cerita India ketiga tokoh ini dikenal dengan Brahma, Wisnu dan Syiwa.
Tejamaya = Brahma, Wisnu = Ismaya, Syiwa = Manikmaya.
Dalam pewayangan Jawa, nama Wisnu adalah nama dewa putra dari Manikmaya dengan dewi Umayi.
Dapat disimpulkan bahwa Wisnu putra Manikmaya adalah reinkarnasi / titisan Ismaya.
Tiga dewa utama inilah pemilik sejati aji triwikrama.
Aji triwikrama dilakukan jika salah satu dewa menemui kesulitan atau masalah yang tak bisa diatasi sendiri.
Ketika titisan Wisnu Arjuna Sasrabahu kesulitan menaklukan Rahwana ia pernah bertriwikrama.
Triwikrama digambarkan dengan wujud raksasa maha besar dan maha sakti.
Ketka titisan Wisnu bernama Krisna menjadi duta pandawa di Hastinapura juga pernah bertriwikrama.
Wisnu yang sedang berwujud manusia bertriwikrama, artinya seluruh alam yang satu ini diproyeksikan
dalam wujud wadag seperti raga manusia tapi berisi seluruh kekuatan alam semesta yang ada ke satu raga.
Itulah gambaran aji triwikrama.
Yang dapat melakukan hanya manusia titisan Tejamaya atau Ismaya atau Manikmaya.
Karena Manikmaya tak menitis jadi manusia maka triwikrama dalam proyeksi wujud manusia tinggal milik titisan Tejamaya / Brahma dan Ismaya / Wisnu...




Selasa, 09 Juni 2020

HASTA BRATA

Hasta = delapan, Brata = laku / jalan.
Hasta brata bertujuan agar manusia lebih mengenal alam sekitarnya.
Alam sekitarlah yang memberi kehidupan bagi penghuninya.
Saling membutuhkan dan saling ketergantungan satu sama lain tak bisa tercerai berai.
Bila ada satu penghuni alam sakit maka sesungguhnya sakitlah semuanya.
Hal ini harus benar benar disadari agar alam tidak rusak dan berakhir kiamat.
Bila mencari makan, janganlah mengotori udara.
Karena percuma bisa makan tapi tak bisa bernafas.
Bila membersihkan udara, janganlah mencemari air.
Karena percuma bisa bernafas tapi tak bisa minum.
Bila membutuhkan air, janganlah merusak sumbernya.
Karena percuma hari ini bisa minum tapi hari depan tidak.
Bila butuh makan janganlah merusak tanaman.
Karena percuma hari ini bisa makan tapi esok sumber makanan habis.
Itu sekedar beberapa contoh saling ketergantungan satu sama lain.
Delapan jalan itu adalah :
Laku Bantala
Bantala dalam bahasa Indonesia berarti bumi.
Manusia hidup dibumi.
Maka sudah seharusnya sadar bahwa bumi bagaikan ibu yang sedang mengandung bagi bayi dalam kandungan.
Bayi didalam perut tak akan pernah tahu bahwa apa apa yang diperbuatnya dan apa pengaruhnya bagi sang ibu.
Diberi tahupun percuma karena sang bayi tak mau tahu.
Jadi janganlah memberi tahu orang yang tak mau tahu.
Artinya jangan mengajari bayi dalam kandungan tapi jagalah ibunya agar tetap sehat.
Laku Langit
Yang dimaksud langit di hasta brata bukan lapisan udara / atmosfir, tapi angkasa di atas sana yang memberi naungan dan hujan.
Artinya seperti udara / air  yang mengalir dari tekanan tinggi ke tekanan rendah.
Agar  pergerakan selalu ada.
Laku Surya
Surya atau matahari adalah pembuat gelap menjadi terang.
Laku Samudra
Samudra adalah penampung dari air sungai yang mengalir.
Kalau sungai tidak ditampung di samudra atau terhalang sesuatu, maka akan terjadi banjir.
Sebesar apapun sungai mengalir, samudra akan siap menampungnya.
Laku Candra
Candra adalah bulan.
Mulai dari bulan sabit, purnama, bulan baru, gerhana bulan atau bulan ndadari semua teratur rapi.
Laku Kartika
Dalam bahasa Indonesia disebut bintang.
Menjadi petunjuk arah dan musim.
Laku Maruta
Maruta adalah angin.
Sejuk dan memberi hidup.
Dasyat dan membinasakan.
Manusia tentu menyukai yang sejuk dan memberi hidup.
Laku Agni
Agni adalah api.
Untuk memasak dan memberi kehangatan.
Untuk merusak dan membakar.
Tergantung untuk apa ia digunakan maka dosis disesuaikan...






BANYUWANGI DITINJAU DARI METAFISIKA PEWAYANGAN

Dalu dalu suarane gemericike banyu.
Nggugah ati kang turu.
Suarane gending belambangan, lamat lamat ono ring kadohan...
Samar samar antara tidur dan tidak tidur.
Sang sukma mengembara ke masa lalu.
Masa dimana tanah jawa masih sepi penduduk.
Hutan belantara, hewan hewan buas masih berkeliaran.
Masa wuku julungwangi.
Hari kliwon.
Bulan sotya sinarawedi.
Sampailah sang sukma di bumi blambangan.
Sebelum diberi nama banyuwangi oleh raden Banterang, tempat tersebut adalah keraton dari kerajaan besar Medang Kamulan.
Raja paling viral bernama prabu Jawata Jengkar atau Dewata Cengkar.
Yang artinya dewa pindah.
Entah karena kesaktian Jawata Jengkar yang setingkat dewa atau karena budi pekerti yang kurang baik sehingga 
ditinggalkan para dewa.

Senin, 08 Juni 2020

AJI CANDRA BIRAWA

MANTRA :Aji candra birawa merupakan kerja sukma dibantu sukma.
Ajian ini tanpa mantra, cukup mengheningkan cipta mepeki babahan hawa sanga, mapet panca driya catur, sinigeg sajoga sinidikara.
LAKU :
Syahdan Sukasrana melalang buana mencari kakak tercintanya Sumantri yang sedang ngenger ikut Arjuna Sasrabahu di Maespati / Maospati.
Berhari hari berjalan tanpa kenal lelah,
sampai akhirnya sampailah pada suatu tempat aneh seperti rawa rawa dengan tanah bagai disinari sinar bulan, langit remang remang, seperti air tapi bukan air, seperti pepohonan  tapi bukan pohon, berwarna hitam.
Tiada sinar matahari, tiada angin bertiup, tiada denyut kehidupan ragawi, tiada hujan, tiada mendung.
Yang ada cuma hening sepi seperti sonyaruri.
Tempat itu bernama setralaya.
Konon siapa saja yang lewat tempat itu baik jalma manusia ataupun hewan akan pralaya seketika.
Pada jaman dahulu saat para dewa dan raksasa bertempur memperebutkan tirta amerta, tempat ini dijadikan pembuangan bangkai bangkai raksasa yang telah mati.
Makanya sekarang tempat ini wingit kepati pati.
Setelah berjalan beberapa lama, tiba tiba yang berwarna hitam seperti air dan pohon bergerak mendekat, bersujud dan memanggil manggil bapa kepada Sukasrana.
"Mengapa kalian memanggilku bapa ?".
"Bapaklah yang kami tunggu selama ini, menurut Hyang Pramesti Guru, akan datang seorang satria yang kuat menginjakkan kaki ditempat ini. Satria inilah yang kelak dapat membebaskan kami dari mati penasaran menuju swargaloka. Satria titisan Betara Dharma dewa kebaikan / keadilan.

Minggu, 07 Juni 2020

AJI NARANTAKA

Ajian ini juga dimiliki oleh resi Gotama dan keturunannya.
Hanya saja tidak diajarkan kepada sembarang orang.
Aji narantaka dipopulerkan oleh Gatotkaca dalam medan perang baratayuda di kuru setra.
Saat bala tentara pandawa porak poranda diterjang amukan raden Dursala dengan aji gineng soka weda,
Gatotkaca berusaha meredam ajian gineng sokaweda.
Gatotkaca kalah dan tak berdaya terkena ajian Dursala.
Anoman yang mengetahui hal tersebut segera menolongnya.
Dibawanya tubuh Gatotkaca ke angkasa.
Di atas awan putih bernama megantara Gatotkaca yang tak sadarkan diri diobati dengan minyak rekamaya.
Setelah sadar Gatotkaca diberi ilmu berupa ajian narantaka untuk melawan aji gineng sokaweda.
Keampuhan aji narantaka yaitu apa yang terkena pukulan atau tendangan akan hancur berkeping keping.
Ajian ini terlalu sulit dipelajari karena lakunya harus duduk diatas awan.
Kita ketahui Anoman dan resi Gotama bisa menguasai ajian ini karena bisa terbang.
Selain Gatotkaca ajian ini juga dikuasai oleh anak anak Gatotkaca diantaranya raden Sasi Kirana Megantara ( dengan Pergiwa ), raden
Suryakaca ( dengan dewi Suryawati ) dan raden Jaya Sumpena ( dengan dewi Sempani ).
Ketiga anak Gatotkaca yang bersahabat dengan awan megantara hanya Sasi Kirana.
Nama megantara diambil sebagai namanya.
Narantaka berasal dari kata nara antaka yang berarti jalan kematian.
Ajian ini tanpa mantra, membuat laku untuk mendapat ajian ini cukup sulit.
Duduk diatas awan sambil copy paste ilmu dari penguasa aji sebelumnya.
Mungkin bagi yang tak menguasai aji mabur, untuk mendapat ajian ini harus bertapa diatas gunung tinggi yang berselimut awan.
Bertapa sambil memanggil dengan hikmat sukma tokoh tokoh sakti pemilik ajian ini 
( Gotama, Anoman, Gatotkaca dan para pemilik lainnya ).
Siapa tahu cara ini berhasil...





AJI GINENG SOKA WEDA

Aji gineng soka wedha merupakan salah satu aji keluarga resi Gotama dari pertapaan Bandar Bandarata.
Menurut arti kata, gineng dari kata giri meneng yang artinya gunung diam.
Soka = prihatin, wedha = ilmu atau aturan.
Kira kira bermakna diamnya gunung sedang prihatin menuntut ilmu.
Saat resi Gotama menggunakan aji gineng soka weda maka berat tubuhnya menjadi seberat gunung, kerasnya sekeras gunung.
Bila bergerak dan menimpa musuh, musuhnya akan lumat dan binasa.
Aji ini diwariskan pula kepada Anjani, Gowarsa dan Gowarsi.
Setelah kisah cupu manik astagina.
Gowarsa menjadi Sugriwa, Gowarsi menjadi Subali.
Dari Anjani diwariskan kepada Anoman.
Dari Subali diwariskan kepada Rahwana dan Jaya Anggada.
Dari Rahwana ajian ini diberikan kepada siapa saja yang mau tunduk padanya.
Banyak kesatria tunduk dan berguru pada Rahwana.
Tak heran banyak satria menguasai ajian ini walau berwatak durangkara.
Dursala ( putra Dursasana dengan Sartini ) berniat menuntut ilmu agar nanti meraih kemenangan saat perang baratayuda.
Bertapalah ia digrojogan sewu lereng gunung lawu.
Pada hari ketigapuluh sembilan dalam pertapaannya, datanglah roh Rahwana memberikan ajian gineng soka weda.
Mantra : "Sun matak ajiku gineng soka weda, ingsun manjing sak jeroning gunung lawu. 
Gunung lumebet aneng angganingsun.
Gunung lawu lan ingsun tanpa beda.
Ingsun obah sira obah ingsun meneng sira meneng.
Datan ginggang yen durung isun bali menyang garbaningsun".
Pantangan : Tak boleh digunakan saat datangnya wuku.
Tak boleh bicara saat aji digunakan.
Pada hari keempat puluh ia sudah perbolehkan mengakhiri tapanya oleh roh Rahwana.
Dursala jarang atau hampir tak pernah menggunakan ajian ini.
Ia bertekad bikin surprise dalam perang besar baratayuda...

Gambar diambil dari google

Sabtu, 06 Juni 2020

KACA BENGGALA

Mungkinkah ada kaitan dengan bengal di India atau Bangladesh ?
Kalau sapi benggala mungkin sapi yang berasal dari bengal.
Namun sebuah kaca yang dapat mengirim gambar dari jarak jauh pada jaman dahulu tidak hanya ada di bengal.
Pada kisah cermin ajaib di eropa juga mirip kisah kaca benggala.
Di tanah jawa ada ajian yang mirip kaca benggala, namanya aji gambar lopian.
Sebuah ilmu jawa kuno yang sekarang diadopsi oleh tekhnologi menjadi video call, GPS, youtube, siaran live dan lain lain.
Canggih mana kaca benggala atau aji gambar lopian ?
Kelebihan kaca benggala :
Dapat mentransfer gambar dan posisi sasaran.
Kekurangan kaca benggala :
Tak dapat mentranfer suara.
Tak dapat mentranfer benda lain selain sasaran.
Tak dapat mentranfer balik posisi dan gambar lawan sasaran.
Dapat hilang atau dicuri orang.
Dan masih banyak lagi kelemahan lain.
Sedangkan aji gambar lopian dari jawa memiliki banyak kelebihan.
Selain ilmu ini melekat pada rohani, ilmu ini bisa dikombinasikan dengan berbagai ilmu lain.
Kaca benggala di pewayangan dimiliki oleh raden Wibisana dari alengka dan Prabu Kresna dari Dwarawati.
Keduanya juga memiliki aji gambar lopian.
Kaca benggala milik Wibisana berguna saat kelahiran dewi Sinta.
Kaca benggalanya berupa kaca bersusun tiga mirip periskop atau teleskop.
Biasa digunakan untuk melihat keadaan luar istana dari balik tembok.
Kaca benggala berubah menjadi raden Trikaca, Trisirah dan Trinetra oleh kesaktian Wibisana.
Kaca menjadi Trikaca, bingkai menjadi Trisirah, lapisan mengkilapnya jadi Trinetra.
Sedangkan mega mega yang tergambar pada kaca benggala berubah menjadi raden Indrajid Megananda.
Sinta yang lahir dari rahim dewi Tari dihanyutkan ke sungai Mahaweliganga.
Sinta ditemukan oleh Raja Janaka dan diangkat sebagai anaknya.
Indrajid, Trikaca, Trisirah, Trinetra menjadi anak Dasamuka diakui oleh dewi Tari istri Dasamuka.
Pada jaman now, menitisnya kaca benggala menjadi gadged, tentu tak lepas dengan menitisnya putra putra alengka.
Huru hara yang diakibatkan dari gadged, menjadi tugas para satria titisan Rama, Laksamana, Wibisana, Hanoman dan lain lain untuk mengatasinya...