Minggu, 29 April 2018

Pasedan Jati


Pasedan jati ( persinggahan terakhir) dari perjalanan panjang sesosok rohani.
Selama masih menyatu dengan jasmani atau sebut saja dengan petruk,
awal dari perjalanannya akan memperoleh "laku"/cara atau sebut saja dengan gareng
dari seorang Semar.
Di dalam melaksanakan kewajibannya Semar menggandeng gareng dengan sosok bayangan
dirinya yang di namai bagong.

Sudah jelas bahwa hubungan Petruk,Gareng,Bagong dan Semar merupakan petunjuk
yang sangat jelas bagi manusia pendamba bahwa kehidupan ini tak hanya melulu
menuntun jasmani kearah perbuatan baik,tapi rohani/nyawa juga perlu pendidikan
yang benar agar ia cukup bekal untuk memenuhi kewajiban hidupnya.

Cerita klasik,Sun Go Kong,Khrisna,Rama,Budha,Yesus Dll merupakan sebagian contoh
dari kemampuan rohani bukan kemampuan jasmani yang nyata nyata jasmani mereka
sekarang telah tiada.

Yesus putra Maria jelas berbeda dengan Yesus kekasih Tuhan...
Khrisna putra Basudewa jelas berbeda dengan Khrisna titisan Whisnu...

Semoga kita yang putra dari ayah kita juga berbeda dengan kita sebagai umat
beragama...
Sehingga persinggahan terakhir kita adalah tempat yang benar menurut Tuhan,
bukan menurut khayalan kita sendiri... Amin...

Kembali Ke Asal

Semua akan kembali ke asal.
Yang berasal dari tanah akan kembali ke tanah.
Yang berasal dari air akan kembali ke air.
Yang berasal dari api akan kembali ke api.
Yang berasal dari cahaya akan kembali ke cahaya.
Yang berasal dari Tuhan akan kembali ke Tuhan.

Kemana roh manusia akan kembali ?
Benarkah semua akan kembali ke Tuhan ?
Jawabannya kita kembalikan ke pernyataan di atas.

Di dalam kepercayaan Jawa ada istilah sedulur papat lima pancer.
( empat saudara lima muara ).
Artinya di dalam nyawa manusia ada empat saudara yang hidup secara bersama
sama,dan hanya satu muara yang menuju hadiratNya.
Satu muara itulah yang menuju samudra luas,melalui berbagai gelombang
menundukkan naga,bertemu Dewa Ruci dan akhirnya tenggelam ke dalam gua
garbanya sendiri yang berhiaskan cahaya warna warni...


Jagad Gumulung Dan Jagad Gumelar

Jagad raya adalah alam semesta yang fana.

Jagad pribadi adalah alam luas tak bertepian didalam kehidupan
batin seseorang.
Seorang pertapa akan suka bertapa dan mengarungi alam batinnya sendiri.
Sementara seorang astronot akan suka menjelajah antariksa.

Keahlianya mengemudikan pesawat antariksa tak jauh berbeda dengan
keahlian sang pertapa/resi dalam mengendalikan diri di dalam
setiap persinggahan yang ada.

Persinggahan ini akan menawarkan hal hal yang menggoda sang resi
ketika mengarungi jagad pribadinya menuju tujuan pengembaraannya.

Karena banyak godaan inilah sang resi dalam pengembaraannya harus di
tuntun sang Guru.
Seperti Bima yang harus dituntun Dewa Ruci di dalam mengarungi samudra
gua garba.
Sehingga tak salah jalan dan sampai ke tujuan...


Roh Dan Nafsu

Di dalam tubuh manusia yang hidup pastilah
terdapat sesuatu yang membuat tubuh itu bergerak,
tumbuh dan mempunyai berbagai keinginan bahkan
kemampuan yang luar biasa.

Semua tahu bahwa yang membuat tubuh hidup adalah
sesuatu yang bersemayam didalam tubuh itu sendiri.
Tetapi tidak semua tahu apa dan siapa sebenarnya
yang bersemayam itu.

Metafisik

Dunia metafisik bagi orang awam mungkin terdengar seram dan menakutkan. Tetapi bila dikaji lebih lanjut akan terbukti bahwa itu adalah bagian yang tak bisa lepas dari kehidupan sehari hari. Kita pernah dengar makhluk gaib yang bernama jin. Tak bisa disangkal bahwa jumlah jin sangat jauh lebih banyak dibandingkan jumlah manusia yang hidup. Jin hidup bermasyarakat seperti makhluk lain dan nyaris nyaris tidak menempati dimensi ruang dan waktu. Sehingga umur jin dapat berjuta juta tahun manusia dan dapat menempati benda yang sangat kecil sekalipun. Sebilah keris dapat menampung beberapa kerajaan jin. Jin hidup diseluruh alam raya,di luar angkasa,di lautan,sungai,langit, gunung dan dasar bumi ataupun benda langit lain. Sebuah tempat yang angker dan sering ada hantu yang menampakkan diri sebenarnya hanyalah perbuatan anak jin yang iseng dan nakal. Karena jin yang berilmu tinggi dan tua tidak suka melakukan hal hal kecil dan remeh melainkan suka melakukan hal hal yang banyak disukai manusia dengan aturan mainnya sendiri. So berhati hatilah dengan hal hal yang tidak kita ketahui dan berimbalan sangat menggiurkan. Lebih baik hidup sederhana dengan hati yang kaya...