Minggu, 29 April 2018

Jagad Gumulung Dan Jagad Gumelar

Jagad raya adalah alam semesta yang fana.

Jagad pribadi adalah alam luas tak bertepian didalam kehidupan
batin seseorang.
Seorang pertapa akan suka bertapa dan mengarungi alam batinnya sendiri.
Sementara seorang astronot akan suka menjelajah antariksa.

Keahlianya mengemudikan pesawat antariksa tak jauh berbeda dengan
keahlian sang pertapa/resi dalam mengendalikan diri di dalam
setiap persinggahan yang ada.

Persinggahan ini akan menawarkan hal hal yang menggoda sang resi
ketika mengarungi jagad pribadinya menuju tujuan pengembaraannya.

Karena banyak godaan inilah sang resi dalam pengembaraannya harus di
tuntun sang Guru.
Seperti Bima yang harus dituntun Dewa Ruci di dalam mengarungi samudra
gua garba.
Sehingga tak salah jalan dan sampai ke tujuan...


Roh Dan Nafsu

Di dalam tubuh manusia yang hidup pastilah
terdapat sesuatu yang membuat tubuh itu bergerak,
tumbuh dan mempunyai berbagai keinginan bahkan
kemampuan yang luar biasa.

Semua tahu bahwa yang membuat tubuh hidup adalah
sesuatu yang bersemayam didalam tubuh itu sendiri.
Tetapi tidak semua tahu apa dan siapa sebenarnya
yang bersemayam itu.

Metafisik

Dunia metafisik bagi orang awam mungkin terdengar seram dan menakutkan. Tetapi bila dikaji lebih lanjut akan terbukti bahwa itu adalah bagian yang tak bisa lepas dari kehidupan sehari hari. Kita pernah dengar makhluk gaib yang bernama jin. Tak bisa disangkal bahwa jumlah jin sangat jauh lebih banyak dibandingkan jumlah manusia yang hidup. Jin hidup bermasyarakat seperti makhluk lain dan nyaris nyaris tidak menempati dimensi ruang dan waktu. Sehingga umur jin dapat berjuta juta tahun manusia dan dapat menempati benda yang sangat kecil sekalipun. Sebilah keris dapat menampung beberapa kerajaan jin. Jin hidup diseluruh alam raya,di luar angkasa,di lautan,sungai,langit, gunung dan dasar bumi ataupun benda langit lain. Sebuah tempat yang angker dan sering ada hantu yang menampakkan diri sebenarnya hanyalah perbuatan anak jin yang iseng dan nakal. Karena jin yang berilmu tinggi dan tua tidak suka melakukan hal hal kecil dan remeh melainkan suka melakukan hal hal yang banyak disukai manusia dengan aturan mainnya sendiri. So berhati hatilah dengan hal hal yang tidak kita ketahui dan berimbalan sangat menggiurkan. Lebih baik hidup sederhana dengan hati yang kaya...

Mengenal Hati

Saat raga tertidur dunia kasar tertutup sementara waktu,tabir dunia halus terbuka.
Alam pikir menuju peralihan dari kesengajaan hasrat menuju ketidak sengajaan hasil.
Di batas tirai sengaja dengan tidak sengaja barulah alam pikir benar benar tak berfungsi,meski terkadang rekaman hasil pikiran masih terdengar sayup sayup.
Akan nampak gambaran jagad pribadi dari bayangan samar seseorang yang mirip wajah diri.
Di dalam ketidak sengajaan wajah mirip ini berjuang menampakkan jati dirinya...
Akankah nasibnya selalu beruntung..?
Akankah usahanya selalu sukses...?
Akankah pertarungannya selalu menang...?
Atau akankah selalu mendapat pertolongan...?
Jawaban dari pertanyaan ini ada di dalam hati masing masing.
Bersukurlah bagi yang menjawab ya,meskipun hanya pada pertanyaan yang ke empat.
Karena jawaban pertama sampai ketiga kadang iya kadang tidak,dari sinilah kita mulai
belajar sesuatu ketika pertanyaannya terjawab iya...


Sapda Pandita Ratu

Cara kerja sebuah doa sampai kini belum banyak yang tahu.

Belajar dari kisah kisah di pewayangan tentang ucapan/sabda pendeta ratu,

mungkin memberi sedikit petunjuk tentang ketidak tahuan ini.

Setelah bersabda, seorang pendeta atau ratu akan disambut dengan petir

dari langit yang tiba tiba mendung.

Alam seakan menyaksikan dan kelak sabda ini pasti terlaksana.

Mengapa bisa terjadi?

Seorang pendeta yang gentur bertapa dan seorang raja sakti seolah

menjadi sahabat alam sehingga mau ikut bersaksi atas sabdanya.

Dijaman sekarang sangat sulit mencari tokoh spiritual yang doanya

diamini oleh petir dari langit.

Kalau dihubungkan dengan sebuah kata kata yang berbunyi,

"Tak akan datang kiamat selagi ada manusia yang menyebut AllAH ALLAH".

Dapat diambil kesimpulan bahwa,Alam terpelihara dan mengikuti seorang

manusia yang menyebut nama Tuhan.

Rasa rasanya ada kemiripan antara cerita wayang dengan salah satu keyakinan kita.

Kembali kepada cerita wayang.

Rahasia apakah yang dipakai seorang pendeta dalam berdoa/bersabda?

Para pendeta tak punya rahasia tentang hal ini.

Moto para pendeta hanya berbuat baik kepada sesama.

Selain itu juga rajin berolah "batin" bukan hanya berolah lahir semata.

Olah batin para pendeta bertujuan agar budi pekertinya semakin baik

dan semakin banyak menolong orang.

Sehingga ia sebenarnya "tidak tahu" bahwa ucapan/sabdanya menjadi ampuh.

Begawan Abiyasa sebelum menjadi pendeta bernama Kresna Dwipayana,ia berguru

kepada ayahnya sendiri yang bernama Begawan Parasara.

Hingga setelah tua ia juga punya kemampuan seperti ayahnya,banyak berbuat baik

kepada siapa saja dan selalu memayu hayuning bawana.

Karena akhlak manusia macam begawan Abiyasa inilah alam masih terpelihara dengan baik.

Tak heran bila petir,gempa,angin bahkan bintang bintang di langit sering

mengiringi ucapannya dan masih berjalan dalam posisi masing masing...