Jumat, 01 Juni 2018

Duryudana

Duryudana/Suyudana/Jaka Pitana.
Putra sulung Drestarastra dengan dewi Gandari.
Watak : Kaku, keras kepala, serakah, suka ingkar janji, ambisius, gila hormat.
Senjata : Gada.
Candra : Mata telengan, hidung dampak, mahkota bersusun tiga, garuda besar membelakang, gelang berpontoh, berkeroncong, kain bokongan kerajaan motif batik parang rusak barong.
Perawakan tinggi besar. Digdaya sakti mandraguna, godeg simbar dada.
Jabatan : Raja Hastinapura.
Duryudana hidup didalam tubuh setiap insan.
Untuk dapat mengalahkannya, insan itu harus tahu siapa itu Bima dan Sri Kresna yang juga hidup di dalam tubuh setiap insan.
Untuk itulah wayang diciptakan sebagai petunjuk...

Rabu, 30 Mei 2018

Dursasana

Putra kedua Destrarastra dengan Dewi Gandari.
Watak : Adigang, adigung, adiguna. Agak terbelakang mental, bicaranya kasar, paling liar diantara 100 korawa. Hiper aktif.
Kasatrian : Banjar Jumput.
Candra : Bermata telengan putih, hidung dempak, mulut kusen. Bermahkota topeng garuda membelakang. Bersunting kembang kluwih, berkalung ulur ulur, bergelang, berpontoh, berkeroncong, berkain kerajaan lengkap.
Kisah : Karena terlalu dimanja oleh orang tuanya, ia tumbuh menjadi satria berbudi tercela.
Perbuatannya menjadi viral ketika berniat menelanjangi Drupadi tapi gagal karena pertolongan Sri Kresna. Ia gugur oleh Bima diperang Barata Yuda...




















Dursasana Solo

Sabtu, 26 Mei 2018

Bagong

Syahdan waktu itu Semar mendapat titah dari Hyang Tunggal untuk turun ke dunia sebagai pengemong para satria. Sebelum turun Semar minta agar diberi teman. Hyang Tunggal lalu bersabda dan terciptalah sesosok makhluk dari bayangan Semar, diberi nama Bagong.
Nama Bagong berarti bergerak dari bayangan Semar...


Sabtu, 12 Mei 2018

Betara Gana

Betara Gana
Nama Lain : Sang Hyang Ganesha
Tinggal di Kayangan Glugu Tinatar. Dewa yang bertugas sebagai pembagi pengetahuan.
Glugu Tinatar masuk ke dalam wilayah Kayangan Jonggring Saloka milik Betara Guru.
Kelak di kemudian hari wajahnya dirubah menjadi wajah manusia tampan oleh Betara Guru.
Namanya berganti menjadi Sang Hyang Mahadewa...